Skip to main content

Posts

Showing posts with the label IPTEK

Mengenal Produk Baru Beras Gurahit "Tinggi Zat Besi" Nan Pulen

Beras Gurahit 'Tinggi Zat Besi' ini diambil dari varietas padi Inpago Unsoed Parimas hasil karya Prof Dr.Ir. Suwarto,MS bersama Ir Hartati MS dan Agus Riyanto MSi dari Kampus pertanian UNSOED (Universitas Soedirman) Purwokerto. Padi varietas Parimas ini dihasilkan dalam kurun waktu 10 tahun melalui proses persilangan padi-padi unggulan, diantara Ujicoba yang diterapkannya yakni mengawinkan padi jenis Gilirang Fatmawati IR 64 dengan padi jenis Cimelati G10. Prof Suwarto Ide untuk menciptakan Padi tinggi zat besi berasal dari kajian Al-Quran pada Surat Al-Hadiid : 25 : "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan ra...

Mengenal Senjata Milenial Petani Gurahit Agriculture, GLIOCOMPOST

Konsep-konsep pertanian konvensional terutama budidaya padi sudah mulai bergeser ke arah pertanian ramah lingkungan, banyak petani yang kini sudah mulai mengurangi pupuk kimia sintetik dan Pestisida kimia yang berbahaya untuk kelestarian ekosistem sawah dan juga meninggalkan residu kimia dalam produk pertanian yang bisa terakumuasi dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif yang sangat membahayakan. Residu kimia dalam produk pertanian diantaranya Beras walaupun dalam kondisi dibawah ambang batas minimal akan tetapi apabila terus menerus dikonsumsi oleh tubuh maka akan menyebabkan akumulasi residu kimia didalam tubuh yang susah terdegradasi oleh sistem tubuh kita, maka itu lah saat ini banyak sekali penyakit-penyakit degeneratif yang menyerang penduduk dunia karena pola budidaya pertanian yang jor-joran dalam penggunaan pestsida kimia dan pupuk kimia sintetik. Biang Gliocompost Hasil Innovasi Profesor Riset ahli Mikroba, Prof Dr. Ir. Ika Djatnika MS. ...

Teknologi Gliocompost dilahan Gurahit Agriculture

Gliocompost merupakan produk agro-input yang berperan sebagai pupuk hayati dan juga pestisida hayati, Bahan aktif Gliocompost ialah Gliocladium sp. yang diperkaya dengan bakteri Azotobacter sp.; Azospirillium sp., Pseudomonas sp. ; Bacilus sp dan bahan pembawa utamanya pupuk kandang yang telah difermentasikan. Gliocompost merupakan hasil karya fenomenal Prof DR. Ir. Ika Djatnika MS dkk dan Alhamdulillah kami mendapatkan sample ujicoba yang sedang kami aplikasikan pada padi Inpago Unsoed 1 dilahan tadah hujan, dan Padi Varietas IPB  3S dilahan Irigasi, dan untuk aplikasi dipadi IPB 3S kami memakai formula baru yang lebih efektif dan murah karena adanya pemadatan bakteri hingga kebutuhan 1 Hektar cuma 2kg Gliocompost yang nanti dicampur dan difermentasikan pada 200kg kotoran hewan. Pada produk sebelumnya yaitu kebutuhan gliocompost hingga 20kg yang dicampurkan dan difermentasikan pada 400kg kotoran hewan. Gliocompost Formula baru kebutuhan 1Ha cuma 2kg Manfaat...

Silika Hara Penting pada Sistem Produksi Padi

Salah satu contoh produk Silika dari Novelgro Silikon/Silika (Si) banyak terkandung pada tanaman graminae, seperti padi, jagung, dan tebu, terutama di permukaan daun, batang, dan gabah (padi). Tanaman kahat Si menyebabkan ketiga organ tanaman di atas kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya:  (1) daun tanaman lemah terkulai, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas tanaman rendah/tidak optimal;  (2) penguapan air dari permukaan daun dan batang tanaman dipercepat, sehingga tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan;  (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan penyakit dan hama;  (4) tanaman mudah rebah; dan  (5) kualitas gabah (padi) berkurang karena mudah terkena hama dan penyakit. Akibatnya, hasil optimal tanaman tidak tercapai, kestabilan hasil rendah (fluktuatif) dan mutu produk rendah. CARA KERJA Silika merupakan nutrisi unsur silika terlarut dalam air yang mudah diserap ol...

Budidaya Padi Hasil Tinggi dengan Sistem Tanam Jarwo Ganda

Jajar Legowo 2 Berbicara mengenai suatu hal yang berhubungan dengan perkembangan inovasi teknologi itu tak akan ada habis habisnya. Tahun demi tahun pasti akan mengalami perkembangan, yang mana tujuan itu adalah tercipta suatu hasil inovasi teknologi yang lebih mutakhir dan mampu membawa perubahan besar. Belajar dari pengalaman pengembangan inovasi PTT padi sawah, sistem tanam jajar legowo dan teknologi jajar legowo super, peningkatan produksi padi ke depan akan diupayakan melalui pengembangan teknologi budidaya padi irigasi yaitu melalui SISTEM TANAM  “JARWO GANDA” atau yang akan dipopulerkan dengan nama “JARWO MILENIUM”.   Mungkin nama teknologi ini akan terasa aneh ditelinga kita karena teknologi ini adalah teknologi baru dan belum diperkenalkan ke khalayak umum.  Pada musim tanam I 2017, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menginisiasi aplikasi sistem tanam jarwo ganda ini melalui dem-area seluas 5 ha pada lahan sawah irigasi di Kebun Percobaa...