Skip to main content

Distankan Majalengka Dukung Budidaya Melon Premium

Sabtu, 21 Oktober 2017 23:01 WIB
Panen Golden Melon yang dibudidayakan Team Gurahit dihadiri Kepala Dinas
Pertanian Kab. Majalengka Pak Wawan Suwandi
MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka mulai melakukan ekstensifikasi pertanian melalui buah melon kualitas premium. Namun budidaya melon tersebut bukan dilakukan para petani tetapi seorang dokter.
“Kami apresiasi upaya seorang dokter gigi di RSUD Cideres. Tentu ini menjadi kebanggaan karena pertanian tidak hanya digeluti kalangan petani melainkan dokter juga. Budidaya melon tersebut digagas Gurahit Farm, dan harus didukung. Jika produk dan jaringan pemasaran sudah ada, maka kami sangat mendukung,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Majalengka, Wawan Suwandi, Jumat (20/10).
Sementara tim Gurahit Farm yang dikomandoi drg Pridiana Iskandar, merupakan para pegiat pertanian yang menanam melon kualitas premium yakni Golden Melon Apollo. Melon dengan ciri khas berkulit kuning dan memiliki daging berwarna putih ini renyah dan rasanya sangat manis.
Menurut Pridiana, melon Apollo yang benihnya diproduksi perusahaan benih dunia Known You Seed dan memanen perdana Minggu (15/10) lalu secara kualitas sangat baik. Dia mengaku menanam melon di lahan warga Ciborelang Kecamatan Jatiwangi dengan tenaga kerja dan tim ahli dari Gurahit Farm.
“Alhamdulillah panen perdana kami ini secara kualitas dinilai berhasil,” klaimnya.
Budidaya melon di Ciborelang sebanyak 4.200 pohon, dan 55 hari setelah tanam bisa dipanen. Melon yang dibanderol Rp 33 ribu per kilogram itu dijual ke pasar modern.
“Melon yang kami panen adalah melon eksklusif dengan pola satu pohon hanya panen satu melon, meskipun bisa dua buah untuk satu pohon,” tuturnya.
Selain jenis Apollo, juga menanam jenis Royal, Autum, dan Luna. Hasil panen tersebut selaras dengan target yang ingin menjadikan Majalengka sebagai agrowisata, yakni daerah sentra melon eksklusif. Sehingga tidak menanam buah melon jenis biasa.
Saat panen perdana yang dikunjungi Kepala Dinas Pertanian Majalengka, dilakukan tes dengan tingkat kemanisan Golden Melon grade 2 buah yang dipanen dengan alat reftraktometer mencapai 14,5 brik. Artinya melon itu masuk tingkat kemanisan kelas premium. (ono)

Sumber: http://www.radarcirebon.com/distankan-majalengka-dukung-budidaya-melon-premium.html

Comments

Popular posts from this blog

Beras Sehat dengan Budidaya Padi Hayati ala Gurahit Agriculture

Dalam penanaman padi dikawasan Gurahit Agriculture desa Gandu kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kami berfokus pada pola budidaya padi secara Hayati dan tanpa melibatkan Pestisida Kimia sama-sekali yang bisa berbahaya buat lingkungan sekitar dan kesehatan manusia, bagi kami bercocok tanam adalah satu bentuk ibadah karena secara langsung kita menyediakan bahan pangan sehat dan tidak membahayakan tubuh manusia dan juga menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kawasan Gurahit Agriculture yang bersebelahan dengan Balai Penyuluh Pertanian Kec. Dawuan, Majalengka Para petani sudah  terbiasa menggunakan pestisida karena  diyakini bahwa pestisida ampuh dalam  menanggulangi serangan OPT. Namun  demikian penggunaan dilapangan pestisida oleh para petani  umumnya belum berdasarkan prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu),  yaitu Pestisida digunakan dalam jumlah  sesedikit mungkin dalam batas yang efektif  (tidak berlebihan) dan diaplik...

Varietas Padi Huma yang ditanam Intensif dilahan Sawah, Unggul dalam Rasa dan Teksture

Setelah sebelumnya Beras Gurahit Index Glikemik 'sedang' direlease setahun lalu kini pada akhir Agustus 2019 Beras Go Gurahit  siap direlease. Setelah melalui tahapan budidaya dan testimoni berbagai kalangan akhirnya Tim Gurahit Agriculture siap melepas beras yang berasal dari varietas padi inpago Unsoed-1. Beras Huma Gurahit dalam kemasan 5kg Beras Go Gurahit dipilih pak Drg Pridiana Oskandar dengan meriset berbagai literatur tentang varietas padi Inpago Unsoed-1, varietas ini adalah hasil karya besar Prof. Ir. Totok Agung DH, Ph.D. dari fakultas pertanian Unsoed. Termasuk dalam varietas Inpago yang tahan kekeringan dan memang diciptakan untuk dibudidayakan dilahan kering/ladang/Huma, padi ini memiliki sifat amphibi dimana memiliki adaptasi yang luas baik itu dilahan kering ataupun dilahan Irigasi. Beras go gurahit sebenarnya memiliki sifat aromatik kalau ditanam didataran menengah - atas karena induk  persilangannya adalah padi varietas mentik wangi, dan b...

Silika Hara Penting pada Sistem Produksi Padi

Salah satu contoh produk Silika dari Novelgro Silikon/Silika (Si) banyak terkandung pada tanaman graminae, seperti padi, jagung, dan tebu, terutama di permukaan daun, batang, dan gabah (padi). Tanaman kahat Si menyebabkan ketiga organ tanaman di atas kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya:  (1) daun tanaman lemah terkulai, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas tanaman rendah/tidak optimal;  (2) penguapan air dari permukaan daun dan batang tanaman dipercepat, sehingga tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan;  (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan penyakit dan hama;  (4) tanaman mudah rebah; dan  (5) kualitas gabah (padi) berkurang karena mudah terkena hama dan penyakit. Akibatnya, hasil optimal tanaman tidak tercapai, kestabilan hasil rendah (fluktuatif) dan mutu produk rendah. CARA KERJA Silika merupakan nutrisi unsur silika terlarut dalam air yang mudah diserap ol...